Wednesday

I am that one girl who when she gets really angry, she acts like a mad cow. Like a mad man, with their strength (almost). I throw anything i want, no matter how valuable they are. Well, i just threw my laptop and the screen was shaking like a stage 4 parkinson patient. And my windows, no longer that sweet little shiny glass that are so friendly to say hi to sunshine. They're now, cracked windows!  I swear i can even punch anyone face right now if i want so. But ya you know to control this anger so that i don't kill people, best way is to lock myself in my room and do whatever satisfies me ie destroy my own room, throw hp, laptop and etc. I know, i am one fuckin' stupid girl ever existed. And i truly hate myself now.






Friday



Selamat hari raya aidilfitri




Orang muda tadah tangan, orang tua bersembang sakan.
Mana pergi manusia picisan yang duit tidak terkesan?

Duduk berteleku, jadi hiasan.



Monday

Hari pertama aku internship di salah sebuah mahkamah di Malaysia, di sajikan dengan 30-40 pesalah kasus jenayah yang di letakkan di penjara sementara OKT (orang kena tuduh ) sebelum bermulanya perbicaraan. Seperti di jangka, mata mereka tajam dan ada yang tak lekang senyuman melihat aku. Senyuman yang mungkin kelihatan menakutkan. Senyuman separuh yang di juih ke tulang pipi.  Tapi aku juga nampak senyuman yang aku kira, senyum takut-takut dan tanda hormat (walau aku bukan siapa-siapa lagi). Ada juga yang senyum bahagia dan tenang, lagak seperti sudah biasa.

Dan saat mereka di hadapkan, ada senyuman sinis dari seorang polis ke seorang polis bila jawapan seperti "saya tahu saya bersalah, saya tak kan mengulangi kesilapan ini lagi Yang Arif" . Kekerapan di dengar hari ini dalam kasus dadah


Persoalannya, senyum siapa lebih berharga? Dan untuk jawapan itu, aku ilustrasikan dengan "An enigmatic smile is worth ten pages of dialog.”

Oh. 
Yang Arif tidak pernah senyum sama sekali. Bercakap dengan aku juga tidak pernah ada senyum. Mungkin nanti.Tapi kadang-kadang, matanya senyum.