Thursday

Potret



Itu nilai emas ilusi. Lihat bingkai tergantung di wajah melakar potret bahawa mudah menjadi celaka dari menjadi model kelas pertama.Seni tari jemari kudus melakar garis-garis halus yang mengangkat darjat seorang wanita sepuitis mungkin. Seni palitan warna juga mencalit bait-bait kebangkitan kehinaan terutama. Itu namanya seni terulung maha teragung. Dan jika seni itu dilopor ketidakpuasan karyawan, bisa dibakar. Bakar, dan lakar yang baru menjalar. Itu kan kitaran wajib pelopor alam yang menapak setapak dan sudah mahu menjadi master berkepak.

Terima kasih menghempas nukilan seni potret karyawan teragung. Sampah pun bisa jadi aktor rembesan perfume.

8 comments:

ghost writer said...

dan potret pon pandai berkata-kata.

Kepala Manchiss said...

mutlak akan menentukan siapa terangkat siapa terlaknat. selagi belum tamat tak ada yang tak sempat.

zulfadli zulkifli said...

pelikk

Nurarnida Sabrina said...

ghost - berkata2 sambil mengata.

kepala manchis - masalahnya ramai lebih suka berpaling dari mutlak dan menentukan sendiri kerana sudah bisa jadi tuhan

zul- pelik?

PK said...

pandai kau melukis. lukiskan aku satu. okey? tak okey?

Bakar!...bakar...!!

Nurarnida Sabrina said...

pk - bukan aku yang melukis di atas.

skandaLdariLangit said...

terkadang memandang potret seakan ia berbicara.

Nurarnida Sabrina said...

ia memang penuh berbicara dan ingin berdiskusi kepada yg melihat.