Monday

Hari pertama aku internship di salah sebuah mahkamah di Malaysia, di sajikan dengan 30-40 pesalah kasus jenayah yang di letakkan di penjara sementara OKT (orang kena tuduh ) sebelum bermulanya perbicaraan. Seperti di jangka, mata mereka tajam dan ada yang tak lekang senyuman melihat aku. Senyuman yang mungkin kelihatan menakutkan. Senyuman separuh yang di juih ke tulang pipi.  Tapi aku juga nampak senyuman yang aku kira, senyum takut-takut dan tanda hormat (walau aku bukan siapa-siapa lagi). Ada juga yang senyum bahagia dan tenang, lagak seperti sudah biasa.

Dan saat mereka di hadapkan, ada senyuman sinis dari seorang polis ke seorang polis bila jawapan seperti "saya tahu saya bersalah, saya tak kan mengulangi kesilapan ini lagi Yang Arif" . Kekerapan di dengar hari ini dalam kasus dadah


Persoalannya, senyum siapa lebih berharga? Dan untuk jawapan itu, aku ilustrasikan dengan "An enigmatic smile is worth ten pages of dialog.”

Oh. 
Yang Arif tidak pernah senyum sama sekali. Bercakap dengan aku juga tidak pernah ada senyum. Mungkin nanti.Tapi kadang-kadang, matanya senyum.


4 comments:

konspimulut said...

sisi menarik dlm dunia blog,keep on updating,nak tahu juga suasana dlm court.

the malay male said...

senyum mereka penuh makna, penuh misteri.

Waqheh said...

aku pernah naik court sekali...kes kecik jer..tapi debaran tu..walaupun gua tak salah tapi ngaku salah jugak.. saya ngaku salah yg arif dan mintak hukuman diringankan..

penjajah minda said...

bersih 2.0, nyaris-nyaris aku kena hadap hakim.siot